・B・R・E・N・D・A・

...Here you'll find all sides of Brenda...

Alkisah ada dua orang kakak beradik yang hidup di sebuah desa.

Entah karena apa mereka terjebak ke dalam suatu pertengkaran serius.

Dan ini adalah kali pertama mereka bertengkar demikian hebatnya.

Padahal selama 40 tahun mereka hidup rukun berdampingan.

Saling meminjamkan peralatan pertanian.

Dan bahu membahu dalam usaha perdagangan tanpa mengalami hambatan.

Namun kerjasama yang akrab itu kini retak.


Dimulai dari kesalahpahaman yang sepele saja.

Kemudian berubah menjadi perbedaan pendapat yang besar.

Dan akhirnya meledak dalam bentuk caci-maki.
Beberapa minggu sudah berlalu, mereka saling berdiam diri tak bertegur-sapa.


Suatu pagi, datanglah seseorang mengetuk pintu rumah sang kakak.
Di depan pintu berdiri seorang pria membawa kotak perkakas tukang kayu.
Maaf tuan, sebenarnya saya sedang mencari pekerjaan?
kata pria itu dengan ramah ?

Barangkali tuan berkenan memberikan beberapa pekerjaan untuk saya selesaikan.?
Oh ya !? jawab sang kakak.
Saya punya sebuah pekerjaan untukmu.?
Kau lihat ladang pertanian di seberang sungai sana.

Itu adalah rumah tetanggaku, ahh sebetulnya ia adalah adikku.


Minggu lalu ia mengeruk bendungan dengan bulldozer lalu mengalirkan
Airnya ke tengah padang rumput itu sehingga menjadi sungai yang
Memisahkan tanah kami.
Hmm, barangkali ia melakukan itu untuk mengejekku.


Tapi aku akan membalasnya lebih setimpal.
Di situ ada gundukan kayu. Aku ingin kau
membuat pagar setinggi 10 meter untukku
Sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya.
Pokoknya, aku ingin melupakannya.

Kata tukang kayu, Saya mengerti. Belikan saya paku dan peralatan.
Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa senang.?
Kemudian sang kakak pergi ke kota untuk berbelanja berbagai Kebutuhan
dan menyiapkannya untuk si tukang kayu.


Setelah itu ia meninggalkan tukang kayu bekerja sendirian. Sepanjang
hari tukang kayu bekerja keras, mengukur, menggergaji dan memaku. Di
sore hari, ketika sang kakak petani itu kembali, tukang kayu itu baru
Saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa terbelalaknya ia begitu
melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu. Sama sekali tidak ada pagar
kayu sebagaimana yang dimintanya.


Namun, yang ada adalah jembatan melintasi sungai yang

menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang Pertanian milik adiknya.
Jembatan itu begitu indah dengan undak-undakan yang tertata rapi.
Dari seberang sana, terlihat sang adik bergegas berjalan menaiki
Jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar.
Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini.

Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu.

Maafkan aku? kata sang adik kepada kakaknya.


Dua bersaudara itu pun bertemu di tengah-tengah jembatan, Saling
berjabat tangan dan berpelukan. Melihat itu, tukang kayu pun
membenahi perkakasnya dan bersiap-siap untuk pergi.
Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi.

Kami mempunyai banyak pekerjaan untukmu,pinta sang kakak.
Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini ? kata tukang kayu,
tapi masih banyak jembatan lain yang harus saya selesaikan ....

TUHAN SELALU INGIN KITA BERSAMA DALAM DAMAI SEJAHTERA

TUHAN SELALU INGIN MEMPERSATUKAN HATI KITA

TUHAN SELALU INGIN KITA MENGASIHI
SESAMA KITA, SAUDARA KITA.

KARENA TUHAN ADALAH SAHABAT SETIA, PENOLONG
KITA.

PERCAYALAH BAHWA TUHAN SELALU INGAT PADA KITA
MANUSIA



Sadarkah kita bahwa ;
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita
melihat yang ada di depan?



Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga
kita dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian
maupun kritikan, Dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.


Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga
bagaimanapun miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun
dapat mencuri isi otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata
yang ada.


Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam , Yang dapat melukai,
memfitnah, bahkan membunuh. Lebih baik sedikit bicara, tapi
banyak mendengar dan melihat.


Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita.

Untuk menghargai dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati.


Belajar untuk mencintai dan menikmati untuk dicintai,

tetapi Jangan pernah mengharapkan orang lain mencintai anda

dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.

Berikanlah cinta tanpa mengharapkan balasan,

maka anda akan menemukan bahwa hidup ini terasa menjadi lebih indah.

_______________________________________________________

Nice story...


Kali ni berhubung brenyot lagi nganggur di rumah,

jadi kerjaan gw hanyalah memenuhi isi kepala dengan inspirasi baru,

ilham-ilham baru, dan kebetulan lagi banyak artikel bagus,

yang ternyata setelah dibaca-baca

ilmu nya "dalem" juga ternyata..

Selain itu, klo di rumah, gw itu gak bisa berheboh ria atau melakukan ke"gila"an gw sendiri..

Coz, gak enak ama papa n mama...ciakakaka...

Jadi yaaa itung-itung bertobat gt lahh..

Dosa uda banyak, sekarang bertapa dulu ahh selama libur..

(bertapa = bersih-bersih rumah, beres-beres kamar, online, without jalan-jalan)


Thx for mampir ^^

-BrB-

0 comments:

Post a Comment